MaLFI in Collaboration with Poltekpar Lombok
Fun English for Tourism dalam Matrikulasi Bahasa Inggris 2026
oleh Perdana Putra Narayana (Mr Putra)
Tahun ini MaLFI kembali dipercaya oleh Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok untuk menjalankan Matrikulasi Bahasa Inggris—sebuah program belajar bahasa Inggris yang diberikan kepada mahasiswa baru. Program ini bertujuan membekali mereka dengan keterampilan bahasa Inggris pariwisata tingkat dasar, supaya siap menghadapi perkuliahan ke depannya.
Progam yang berlangsung selama lima hari ini—dimulai dari 10 s.d. 14 Agustus 2026—memfasilitasi ratusan mahasiswa baru dari berbagai latar belakang. Tentu saja, mereka merupakan generasi muda yang ingin belajar tentang dunia pariwisata dan hospitality. Para mahasiswa berasal dari berbagai macam latar belakang pendidikan, minat, status sosial, bahkan daerah asal.
Keragaman tersebut tidaklah hadir sebagai penghalang, melainkan bekal yang—bagi MaLFI—sangat penting sebagai bahan latihan bahasa Inggris pariwisata. Kemampuan MaLFI membaca kondisi tersebutlah yang kemudian jadi landasan kuat untuk Poltekpar Lombok terus bekerja sama dengan MaLFI; empat tahun berturut-turut. Selain sebagai bahan latihan, MaLFI pun menuangkan hal tersebut ke dalam modul ajar.
Seluruh materi serta persiapan dari MaLFI untuk program ini didistribusikan kepada lebih kurang 408 mahasiswa baru 2026. Mereka terbagi ke dalam tiga Program Studi (Prodi), yaitu Divisi Kamar, Seni Kuliner, dan Tata Hidang. Dari tiga prodi tersebut, para mahasiswa kemudian dikelompokkan ke dalam 12 kelas; setiap kelas terdiri atas 33—35 mahasiswa baru. Dan, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yang pengelompokannya ditentukan secara acak, tahun ini setiap kelas terdiri atas mahasiswa dari prodi yang sama. Perubahan itu ternyata berdampak baik bagi proses pembelajaran.
Selama lima hari program, para mahasiswa di masing-masing kelas, bersama satu dosen pengampu dari MaLFI, melakukan tambal-sulam pengetahuan bahasa Inggris. Mereka berfokus pada praktik bahasa Inggris yang berkaitan dengan situasi ruang kelas perkuliahan dan hospitality industry. Sebab, kegiatan kuliah yang akan mereka hadapi ke depannya bakal menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.
Oleh karena itu, MaLFI hadir untuk membersamai mereka berlatih dan menambal pengetahuan dasar bahasa Inggris. Pada tahapan proses: kegiatan lima hari tersebut berjalan secara terstruktur. Di hari pertama, sebanyak 12 instruktur MaLFI langsung masuk ke kelas masing-masing membawa modul ajar, pikiran kreatif, serta rencana pembelajaran yang mengajak mahasiswa untuk bergerak dan bekerja sama.
Modul ajar dibagikan; aturan dan kesepakatan kelas dijelaskan secara efektif dan efisien—guna memastikan kegiatan pembelajaran di kelas berjalan dengan lancar. Selain itu, pre-test (sebagai tolok ukur pertimbangan kemampuan awal yang berkaitan dengan penggunaan bahasa Inggris serta pengetahuan individu tentang industri) diberikan kepada mahasiswa. Mereka mengerjakannya secara daring.
Di hari kedua, ketiga, dan keempat: kegiatan pembelajaran masuk ke materi utama, yakni Classroom Instructions, Self-Introduction, Describing Hotel Facilities, Professions and Job Descriptions, dan Handling Complaint. Terdapat jeda untuk mengonsumsi snacks di tengah-tengah kegiatan, dan jeda pula pada makan siang di akhir kegiatan setiap harinya.
Di tengah jadwal yang padat tersebut para mahasiswa tampak asyik menikmati program matrikulasi. Mereka cukup kooperatif dan tidak ragu untuk berpartisipasi merespons apa-apa yang ditawarkan para instruktur di kelas sepanjang program. Ya, setiap instruktur kelas ialah individu berpengalaman dalam mengajar dan telah dibekali tujuan pembelajaran yang selaras, sesuai dengan isi modul ajar. Akan tetapi, bagian yang menjadi keunikan masing-masing adalah pendekatan serta metode ajar instruktur di kelas.
Berbagai metode ajar dikombinasikan agar sesuai dengan kebutuhan para mahasiswa di kelas, di antaranya grammar translation method, direct method, drilling, gamification, dan role-play. Di samping itu, instruktur, bersama mahasiwa-mahasiswa baru di kelasnya, juga menyusun kegiatan English Showcase—yang ditampilkan di hari kelima. Kegiatan tersebut punya semangat entertaining, diniatkan untuk menghibur satu sama lain setelah fokus belajar di kelas, sekaligus sebagai penutup program matrikulasi.
Dari kegiatan tersebut, para dosen Poltekpar Lombok—sedikit tidak—dapat melihat hasil belajar sebagian kecil para mahasiswa baru 2026. Akan tetapi, itu tidaklah wajib dan bukan satu-satunya alat ukur keberhasilan mahasiswa. Ada pula beberapa mahasiswa yang memilih untuk rekam diri menyampaikan kesan dan pesan selama matrikulasi. Bagi instruktur MaLFI, apa pun bentuk ekspresinya, semua punya peran menampilkan produksi kebahasaannya, dalam hal ini English speaking.
Di sela-sela persiapan kegiatan, para mahasiswa tak lupa diminta terlebih dahulu untuk mengerjakan post-test—guna mengukur perkembangan belajar selama lima hari. Satu lagi: para pemelajar diimbau untuk memberikan komentar, saran, kritik, kesan, serta pesan terhadap proses matrikulasi secara keseluruhan melalui tautan testimoni secara daring.
Berdasarkan pengamatan, para mahasiswa secara umum mengalami peningkatan nilai dari skor rendah pada pre-test menjadi skor tinggi pada post-test. Ini menunjukkan bahwa baik instruktur dan peserta telah melakukan pembelajaran dengan efektif.
Banyak peserta mengklaim bahwa mereka secara berangsur-angsur merasa lebih percaya diri dan berani dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris mereka. Pada kegiatan English Showcase di hari terakhir, banyak perwakilan mahasiswa memberikan penampilan terbaik mereka dalam berbagai bentuk, di antaranya English speech, fashion show, drama, singing dan profession role-play.
Sekali lagi, dengan kata lain, penampilan-penampilan ini menunjukkan sisi antusiasme yang luar biasa dari para peserta dan efektifnya koordinasi yang dilakukan oleh para instruktur. Banyak peserta yang berharap kegiatan ini dapat berlangsung lebih dari lima hari karena mereka merasa kegiatan tersebut sangat menyenangkan. Lebih dari itu, tidak sedikit dari mereka yang telah menjalin hubungan baik dengan instrukturnya.
Akhir kata, untuk mengetahui lebih beragam tentang kegiatan ini, pembaca dapat mengikuti akun Instagram MaLFI di @malfimataram dan Poltekpar Lombok di @poltekparlombok. Terima kasih sudah membaca!
Doc: Tim MaLFI