SMPK Kesuma Mataram & MaLFI Memperkenalkan IELTS sejak Dini
Umumnya, pelajar di Indonesia mengenal International English Language Testing System (IELTS) saat mereka berumur di atas 18 tahun atau bahkan 20+. Namun, berbeda dengan SMPK Kesuma Mataram. Sekolah menengah pertama ini menggandeng Mataram Lingua Franca atau MaLFI untuk memperkenalkan IELTS ke peserta didik mereka yang terbilang sangat muda—di bawah 16 tahun. Mengapa?
Pertama, IELTS merupakan tes kemahiran bahasa Inggris yang komprehensif karena mencakup empat keterampilan berbahasa utama, yakni menyimak (listening), membaca (reading), menulis (writing), dan berbicara (speaking), yang diujikan secara terpadu dalam satu sistem penilaian. Jadi, saat IELTS diajarkan, pengajaran tidak hanya bertujuan untuk menjawab tes itu sendiri tetapi juga untuk menguasai keempat keterampilan. Para peserta didik mendapat kesempatan untuk berbicara, menulis, membaca, dan mendengar, di mana teks audio didominasi oleh aksen British yang sangat kental.
Kedua, tema-tema yang dipelajari dalam kelas IELTS tidak hanya untuk pengetahuan bahasa semata. Tema-tema ini juga membuat peserta didik sadar dan lebih mengenali diri mereka secara mendalam, mengetahui apa yang terjadi di sekitar mereka baik level keluarga/desa/kota/negara, dan membantu mereka berpikir lebih kritis sebagai murid dan manusia.
Ketiga, mengingat akses belajar ke berbagai negara yang terbuka lebar, IELTS adalah tes yang paling penting untuk mendukung masa depan peserta didik di sekolah ini. Terlebih lagi, banyak dari mereka yang berencana untuk meneruskan sekolah ke negara-negara di Asia, ke Australia dan New Zealand. Bahkan, beberapa dari mereka sudah memikirkan jurusan dan memilih universitas tempat mereka akan belajar kelak. Misalnya, Abieza Christoff berencana akan kuliah ke University of Melbourne, Rihana ingin kuliah di University of Sydney atau Macquarie University, beberapa dari mereka ingin mengambil double degree dengan mengambil program internasional di Universitas Indonesia dan universitas luar negeri yang merupakan partner dari Universitas Indonesia, dan lain-lain. IELTS adalah salah satu alat yang digunakan sebagai syarat pendaftaran di universitas-universitas tersebut dan di universitas-universitas terkemuka di dunia.
Program IELTS Intensif di SMPK Kesuma dengan tajuk IELTS Workshop: Path to the Golden Future, dilaksanakan dari Tanggal 18 – 24 Mei, 2026, diikuti oleh 43 peserta kelas 9 yang akan segera melanjutkan studinya ke berbagai SMA di Indonesia dan dipimpin oleh dua tutor senior MaLFI, Zainul Marjan (alumni Manaaki Scholarship) dan Ziadah Ziad (alumni Australia Award Scholarship), serta Ibu Hurmayani sebagai project advisor.
Program ini kemudian ditutup dengan salam, peluk, doa untuk semua peserta didik di SMPK agar mimpi-mimpi mereka segera tercapai. Ucapan terima kasih kepada Kepala Sekolah SMPK Kesuma Mataram dan Ibu Ida Ayu Arini, guru senior yang menginisiasi program ini.
Penulis: Ziadah Ziad (Tutor IELTS MaLFI)