Program BIPA MaLFI: Jendela Bahasa dan Budaya Indonesia
Program BIPA MaLFI: Jendela Bahasa dan Budaya Indonesia
Doc: MaLFI Media
Selayang Pandang BIPA MaLFI
Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) merupakan salah satu upaya diplomasi Indonesia untuk mempromosikan bahasa dan budaya di kancah internasional. Program ini diselenggarakan oleh berbagai institusi, baik di dalam negeri seperti universitas dan lembaga bahasa, maupun di luar negeri melalui kerja sama dengan KBRI dan institusi pendidikan mitra. Mataram Lingua Franca Institute (MaLFI), salah satu lembaga bahasa di Nusa Tenggara Barat, telah menjadi bagian dari program ini sejak 2015. Program ini kini menjadi salah satu program unggulan di MaLFI.
Pemelajar BIPA MaLFI
Peserta program BIPA MaLFI datang dari berbagai negara seperti Australia, Amerika, Jerman, dan Jepang. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda. Mulai dari pelajar, akademisi, profesional, hingga masyarakat umum. Motivasi mereka belajar Bahasa Indonesia juga bermacam-macam, ada yang belajar untuk keperluan studi, pekerjaan, atau karena ketertarikan terhadap pesona alam dan budaya Indonesia. Keberagaman motivasi inilah yang kemudian menjadi dasar pertimbangan penyusunan kurikulum, materi, dan pendekatan pengajaran BIPA MaLFI.
Kurikulum dan Materi BIPA MaLFI
Kurikulum BIPA MaLFI disusun berdasarkan hasil need analysis mulai dari level kemampuan peserta, dari pemula (BIPA 1) hingga tingkat mahir (BIPA 7), yang merujuk pada standar CEFR. Untuk materi ajar, mencakup empat keterampilan berbahasa: menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Materi juga dilengkapi dengan informasi terkait unsur budaya sebagai penguat pembelajaran. Tema-tema yang diangkat diusahakan dekat dengan kehidupan sehari-hari seperti kuliner, wisata, sejarah, lingkungan, atau tradisi masyarakat NTB.
Metode Pengajaran BIPA MaLFI
Kelas BIPA MaLFI identik dengan aktivitas yang komunikatif dan interaktif. Pemelajar berlatih diskusi, wawancara, presentasi, dan ekskursi. Ekskursi menjadi salah satu kegiatan favorit bagi pemelajar karena pemelajar bisa berinteraksi langsung dengan penutur jati setempat. Sebagai contoh; ketika pemelajar mendapat tugas ekskursi dengan topik berbelanja. Mereka bisa praktik jual beli di pasar secara langsung, membangun dialog dengan para penjual di pasar. Contoh lainnya pemelajar juga melakukan ekskursi ke sawah, ke sekolah, tempat ibadah, dan tempat umum lainnya.
Pengajar BIPA MaLFI
Pengajar BIPA MaLFI adalah pengajar professional yang telah dibekali pelatihan pengajaran BIPA dan berpengalaman. Walaupun demikian, para pengajar berusaha untuk terus meningkatkan kualitas diri. Pengajar sering terlibat workshop pengajaran BIPA, kritis terhadap isu kekinian BIPA juga pengembangan penguasaan soft skills. Upaya Upaya ini dilakukan guna menambah kecakapan mengajar.
Tantangan dan Harapan BIPA MaLFI
Meski program BIPA MaLFI saat ini berjalan baik, tetapi tantangan pasti ada. Sebagai contoh: minimnya bahan ajar yang kontekstual, pelatihan pengajar secara berkelanjutan belum terjadwal baik, dan kerja sama yag masih kurang luas. Namun, memperbaiki kualitas tetap menjadi prioritas. Dengan demikian program BIPA MaLFI optimis, tetap relevan di masa mendatang.
AKHIR KATA
Melalui program BIPA, MaLFI berkontribusi membangun negeri, menjadi pintu promosi bahasa dan budaya Indonesia bagi penutur asing hari ini dan nanti.
Penulis: Yani Hurmayani
(Manager Mataram Lingua Franca Institute)